Saturday, June 14, 2014

Mengapa Menulis itu Begitu Membosankan?





Menulis. Kegiatan yang satu ini dapat dibilang asik asik gak asik. Kenapa gw bilang seperti itu? Coba lihat kebanyakan blog yg tersebar indah di dunia maya. Kebanyakan hanya seru pada satu periode saja. Setelah itu? Mati tanpa bekas. Bahkan gw yakin pemilik blog pun sudah lupa password untuk masuk ke blog nya.


Well, gw gak niat buat mengguncing orang lain, toh gw juga kadang masih males kalau disuruh buat nulis. Tapi berhubung gw paham betul manfaat dari nulis itu sendiri, akhirnya 'terpaksa' gw harus sedikit menggoyangkan jari-jari gw ini.



Sebelumnya, kalian pasti sudah punya gambaran umum tentang apa itu nulis dan apa manfaatnya. Kalau belum tahu, lihat kembali buku bahasa Indonesia kelas 5 SD, pasti ada tuh.



Namun yg pengen gw share di sini lebih ke arah yg ilmiah. Sedikit ya! Jadi bahasanya gw bikin yg santai saja.

Menulis itu gak segampang yg kalian pikir lho. Nulis artikel ini aja gw harus beberapa kali berhenti sejenak untuk berfikir tentang kontent yang mau gw sampaiin. Bahasa seperti apa yg harus gw pakai agar kalian para pembaca bisa paham apa yg mau gw sampaiin. Sehingga dapat gw simpulkan, menulis tidak hanya sekedar teknik, namun juga butuh skill di sana.


Di kaliamat gw di atas gw sebut menulis itu asik asik gak asik. Kok ada gak asiknya? Ya karena emang ini bukan kerjaan mudah. Gak seperti ngerokok yg tinggal sedot. Kadang otak penulis harus diperas dan dibejek-bejek agar isi otak ini mau keluar. Dan sudah jadi sifat dasar manusia untuk menghindari PENDERITAAN. Yang akhirnya menjadi alasan pasti bahwa YA GW GAK MAU NULIS LAGI, CAPEK!



Terus kenapa gw harus nulis kalau ternyata menulis itu MENYIKSA?

Ada satu alasan PASTI yang membuat gw mau gak mau harus nulis. Ini berawal dari sebuah seminar tentang menulis yang pernah gw ikutin 6 bulanan yang lalu. Pembicara dari seminar itu bukan orang asing lagi di kampus, namun namanya cukup dikenal di koran nasional, dialah Bapak SUNARSIP. Sebenarnya ada beberapa point yang beliau sebutkan dalam seminarnya yang berjudul "MENEMBUS KORAN ITU GAMPANG!!", namun intinya ada di satu hal ini, yaitu
Ilmu yang ada di otak kita ini sangat banyak, namun juga SANGAT BERANTAKAN. Dan menulis adalah sarana untuk menyusun kembali informasi yang ada di otak kita.
Karena gw adalah tipikal orang yang menyayangi diri gw lebih dari siapapun, termasuk juga otak gw ini, akhirnya gw putusin untuk menulis artikel. Penting gak pentingya artikel itu tergantung dari siapa subjeknya. Jadi kalau gw pikir, mungkin jika tulisan gw ini gak penting buat Anda, mungkin akan sangat berguna bagi orang selain Anda.


So, nunggu apa lagi? Kalau kalian pengen nulis ya nulis aja. Mumpung masih ada kesempatan buat nulis lho. :)

0 Komentar Mengapa Menulis itu Begitu Membosankan?

Post a Comment

Back To Top