Saturday, June 14, 2014

Bagaimana Dampak Melakukan Onani atau Masturbasi yang berlebihan?


Onani atau masturbasi, siapa yg gak suka? Udah gratis, dapet puasnya juga.
Ratusan, bahkan ribuan artikel SANGAT sering membahas hal ini, dan di tulisan ini saya hanya akan memberi gambaran secara umum dari perspektif penulis pribadi.
Dalam artikel yg saya kutip dari kaskus.us, ada beberapa dampak NEGATIF yang diakibatkan dari RITUAL ONANI ini.

Bahaya Onani yang Tidak Disadari
Sebagian pria menganggap onani atau masturbasi sebagai kebiasaan yang tidak membahayakan. Bahkan, onani menjadi permainan pada sekelompok pria. Padahal, di balik kesenangan sesaat itu, ada bahaya yang mengintai. Di antaranya berikut ini. 


1.  Menimbulkan iritasi
Onani biasa dilakukan dengan cara menggosok Mr P dengan tangan. Pria sering menggunakan sabun atau baby oil sebagai pelumas. Penggunaan sabun atau baby oil sangat mungkin menimbulkan iritasi kulit, terlebih jika onani dilakukan 2-3 kali sehari. Iritasi yang berkepanjangan akan menebalkan lapisan kulit pada Mr P, sehingga akan mengurangi kenikmatan ketika melakukan sanggama yang sebenarnya.

2.  Disfungsi seksual
Sanggama yang wajar diawali dengan pemanasan bersama pasangan sehingga alat reproduksi siap kotak. Pemanasan membuat Mr P ereksi tanpa rangsang berlebihan. Pria yang melakukan onani kerap merangsang diri dengan belaian cepat, tekanan besar, atau menggesek-gesekkan penisnya sampai akhirnya mengalami ejakulasi dalam tempo yang tidak begitu lama.

Aktivitas merangsang diri dengan cepat ini dapat menimbulkan disfungsi ereksi, seperti ejakulasi dini. Rutinitas onani dan ejakulasi beberapa kali dalam sehari juga dapat menurunkan jumlah sperma dalam mani (semen) sehingga menimbulkan oligospermia atau azoospermia. Oligospermia adalah keadaan air mani yang berkadar kurang dari 20 juta. Sedangkan, pada azoospermia, sel sprema tidak ditemukan sama sekali.

3. Luka uretra
Kebiasaan onani dengan cara menelungkupkan badan lalu menekan bantal atau karpet dapat menimbulkan luka pada uretra atau saluran kencing. Pengeluaran urin terganggu. Pria yang mengalami luka harus selalu menggunakan toilet duduk di kemudian hari.

4. Ketidakseimbangan aktivitas fisik dan mental
Aktivitas onani merupakan pertanda tidak seimbangnya aktivitas fisik dan mental. Pelaku onani seringkali sudah lelah secara fisik, namun pikirannya dipenuhi oleh nafsu seks yang menggebu-gebu. Mengimbangi aktivitas fisik dengan kegiatan mental seperti membaca, dapat menyeimbangkan kebutuhan jasmani dan rohani.

5. Kenikmatan semu
Onani tidak akan pernah bisa memberikan kenikmatan sejati layaknya sanggama wajar. Rangsangan yang diberikan saat onani hanya tipuan semata, manfaat hubungan seks yang sebenarnya tidak tercapai. Kenikmatan saat ejakulasi tetap dapat membuat seorang pria kecanduan beronani. Namun, setelah melakukan onani sering timbul rasa bersalah, bukan perasaan bahagia.

6. Risiko kanker prostat
Beberapa pihak menyatakan bahwa onani dapat menurunkan risiko kanker prostat. Studi yang dimuat The Journal of American Medical Association pada 2004 mengungkapkan bahwa frekuensi ejakulai, baik akibat onani atau sanggama wajar, tidak berhubungan dengan risiko kanker prostat. Para peneliti menduga onani bukanlah satu-satunya yang dapat memicu atau mencegah kanker prostat.

7. Impotensi
Gangguan pada saraf parasimpatik bisa mempengaruhi kemampuan otak dalam merespons rangsang seksual. Akibatnya kemampuan ereksi melemah, bahkan dalam tingkat keparahan tertentu bisa menyebabkan impotensi yakni gangguan seksual yang menyebabkan penis tidak bisa berdiri sama sekali.

8. Kebocoran katup air mani
Bukan hanya ereksi saja yang terpengaruh oleh kerusakan saraf, kemampuan saluran air mani untuk membuka dan menutup pada waktu yag tepat juga terganggu. Akibatnya sperma dan air mani tidak hanya keluar saat ereksi, lendir-lendir tersebut bisa juga keluar sewaktu-waktu seperti ingus sekalipun penis sedang dalam kondisi lemas.

9. Kebotakan
Dampak lain dari ketidakseimbangan hormon yang terjadi jika terlalu sering masturbasi adalah kerontokan rambut. Jika tidak diatasi, lama-kelamaan akan memicu kebotakan atau penipisan rambut pada pria.

10. Nyeri punggung dan selangkangan
Kontraksi otot saat mengalami orgasme bisa memicu nyeri otot, terutama di daerah punggung dan selangkangan. Bagi yang melakukannya dengan tangan kosong tanpa pelumas, rasa nyeri juga bisa menyerang penis karena gesekan yang terjadi bisa menyebabkan lecet-lecet.

11. Rasa letih sepanjang hari
Setiap kali tubuhnya mengejang karena orgasme, pria akan kehilangan cukup banyak energi karena hampir semua otot akan mengalami kontraksi. Akibatnya jika terlalu sering, pria akan kehilangan gairah untuk beraktivitas dan cenderung akan merasa ngantuk sepanjang hari.

Tahukah Anda apa yang saya pikirkan tentang Anda para pembaca? Tulisan di atas hanya akan Anda jadikan ilmu tambahan, dan Anda tetap melakukan ritual tersebut. Have a nice day!!

0 Komentar Bagaimana Dampak Melakukan Onani atau Masturbasi yang berlebihan?

Post a Comment

Back To Top